Kamis, 09 Juni 2011

MAKALAH "GERAKAN SOSIAL"

GERAKAN SOSIAL

Makalah in disusun guna memenuhi tugas individu
Mata kuliah Pengantar Sosiologi
Dosen Pengampu Drs. Sabarudin, M.Si
Disusn oleh :
Muhammad Shofa Zainuddin
09410250
PAI 5

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIHAGA
YOGYAKARTA
2010


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Gerakan social atau gerakan massa, atau dapat juga disebut gerakan informal, merupakan fenomena penting dalam sejarah pertumbuhan dan kemajuan bangsa-bangsa. Hamper semua peristiwa besar dan mengubah sebuah tatanan, baik itu politik, ekonomi maupun social budaya, sering kali bermula dan mendapat momentum melalui sebuah gerakan social.  Gerakn sosial itu menurut perspektif politik juga dikenal dengsn sebutan people power. Salah satu contohnya adalah Perancis. Perubahan yang terjadi kala itu berewal dari revolusi sosial yang berbentuk gerakan massa, yang dikenal dengan revolusi Perancis 1789. Pada saat itu, rakyat berbondong-bondong melawan kesewenangan yang dilakukan oleh raja, dan meruntuhkan penjara bastille, yang merupakan lambang kekeuasaan otoriter. Bastille jatuh, berikut dengan dieksekusinya Louis VI dan Antoniette. Setelah menjadi revolusi penting, kemudian Perancis berubah haluan, dari negara yang menganut sistem monarki absolut, berubah menjadi negara yang demokratis.

  1. Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari gerakan sosial ?
2.      Apa saja macam-macam dari gerakan sosial ?
3.      Apa saja faktor penyebab gerakan sosial ?

                 




















BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Gerakan Sosial
            Gerakan social (bahasa Inggris:social movement) adalah aktifitas social berupa gerakan sejenis tindakan sekelompok yang merupakan kelompok informal yang berbentuk organisasi, berjumlah besar atau individu yang secara spesifik berfokus pada suatu isu-isu social atau politik dengan melaksanakan, menolak atau mengkampanyekan sebuah perubahan social. Selain itu gerakan social juga merupakan perilaku kolektif yang ditandai dengan kepentingkan bersama dan tujuan jangaka panjang, yaitu unutk mengubah ataupun untuk mempertahankan masyarakat dan institusi yang ada didalamnya. Gerakan social tidak bersifat terus-menerus karena memiliki siklus hidup kurang lebih sebagai berikut: diciptakan, tumbuh, pencapaian sasaran akhir atau berikut kegagalannya, terkooptasi dan kehilangan semangat.  

  1. Macam-macam Gerakan Sosial
            Ada bermacam macam gerakan sosial. Meskipun semua ini diklasifikasikan sebagai jenis gerakan yang berbeda, jenis-jenis gerakan ini bisa tumpang-tindih, dan sebuah gerakan tertentu mungkin mengandung elemen-elemen        lebih dari satu jenis gerakan.
1.      Gerakan Protes.
Gerakan protes adalah gerakan yang bertujuan mengubah atau menentang sejumlah kondisi sosial yang ada. Ini adalah jenis yang paling umum dari gerakan sosial di sebagian besar negara industri. Di Amerika Serikat, misalnya, gerakan ini diwakili oleh gerakan hak-hak sipil, gerakan feminis, gerakan hak kaum gay, gerakan antinuklir, gerakan perdamaian.
      Gerakan protes sendiri masih bisa diklasifikasikan menjadi dua, gerakan reformasi atau gerakan revolusioner. Sebagian besar gerakan protes adalah gerakan reformasi, karena tujuannya hanyalah untuk mencapai reformasi terbatas tertentu, tidak untuk merombak ulang seluruh masyarakat. Gerakan reformasi merupakan upaya untuk memajukan masyarakat tanpa banyak mengubah struktur dasarnya. Gerakan ini, misalnya, menuntut adanya kebijaksanaan baru di bidang lingkungan hidup, politik luar negeri, atau perlakuan terhadap kelompok etnis, ras, atau agama tertentu. Gerakan mahasiswa 1998 di Indonesia termasuk dalam kategori ini.
      Sedangkan gerakan revolusioner adalah bertujuan merombak ulang seluruh masyarakat, dengan cara melenyapkan institusi-institusi lama dan mendirikan institusi yang baru. Gerakan revolusioner berkembang ketika sebuah pemerintah berulangkali mengabaikan atau menolak keinginan sebagian besar warganegaranya atau menggunakan apa yang oleh rakyat dipandang sebagai cara-cara ilegal untuk meredam perbedaan pendapat. Seringkali, gerakan revolusioner berkembang sesudah serangkaian gerakan reformasi yang terkait gagal mencapai tujuan yang diinginkan. Gerakan mahasiswa 1998 belum mencapai tahapan ini.
2.      Gerakan Regresif atau disebut juga Gerakan Resistensi.
Gerakan Regresif ini adalah gerakan sosial yang bertujuan membalikkan perubahan sosial atau menentang sebuah gerakan protes. Misalnya, adalah gerakan antifeminis yang menentang perubahan dalam peran dan status perempuan. Contoh lain adalah gerakan moral, yang menentang tren ke arah kebebasan seksual yang lebih besar. Bentuk gerakan regresif yang paling ekstrem adalah Ku Klux Klan dan berbagai kelompok neo-Nazi, yang percaya pada supremasi kulit putih dan mendukung dipulihkannya segregasi rasial yang lebih ketat.
3.   Gerakan Religius.
      Gerakan religius dapat dirumuskan sebagai gerakan sosial yang berkaitan dengan isu-isu spiritual atau hal-hal yang gaib (supernatural), yang menentang atau mengusulkan alternatif terhadap beberapa aspek dari agama atau tatanan kultural yang dominan [lihat Lofland, 1985; Zald dan Ash, 1966; Zald dan McCarthy, 1979]. Kategori luas ini mencakup banyak sekte, bahkan mencakup sejumlah gereja yang relatif terlembagakan, yang juga menentang beberapa elemen dari agama atau kultur yang dominan.
4.      Gerakan Komunal, atau ada juga yang menyebut Gerakan Utopia.
      Gerakan komunal adalah gerakan sosial yang berusaha melakukan perubahan lewat contoh-contoh, dengan membangun sebuah masyarakat model di kalangan sebuah kelompok kecil. Mereka tidak menantang masyarakat kovensional secara langsung, namun lebih berusaha membangun alternatif-alternatif terhadapnya. Ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Seperti: membangun rumah kolektif, yang secara populer dikenal sebagai komune (communes), di mana orang tinggal bersama, berbagi sumberdaya dan kerja secara merata, dan mendasarkan hidupnya pada prinsip kesamaan (equality).
5.      Gerakan Perpindahan.
      Orang yang kecewa mungkin saja melakukan perpindahan. Ketika banyak orang pindah ke suatu tempat pada waktu bersamaan, ini disebut gerakan perpindahan sosial (migratory social movement). Contohnya: migrasi orang Irlandia ke Amerika setelah terjadinya panen kentang, serta kembalinya orang Yahudi ke Israel, yang dikenal dengan istilah Gerakan Zionisme.
6.      Gerakan Ekspresif.
      Jika orang tak mampu pindah secara mudah dan mengubah keadaan secara mudah, mereka mungkin mengubah sikap. Melalui gerakan ekspresif, orang mengubah reaksi mereka terhadap realitas, bukannya berupaya mengubah realitas itu sendiri. Gerakan ekspresif dapat membantu orang untuk menerima kenyataan yang biasa muncul di kalangan orang tertindas. Meski demikian, cara ini juga mungkin menimbulkan perubahan tertentu. Banyak ragam gerakan ekspresif, mulai dari musik, busana, sampai bentuk yang serius, semacam gerakan keagamaan dan aliran kepercayaan. Lagu-lagu protes pada tahun 1960-an dan awal 1970-an diperkirakan turut menunjang beberapa reformasi sosial di Amerika.
7.      Kultus Personal.
      Kultus personal biasanya terjadi dalam kombinasi dengan jenis-jenis gerakan lain. Gerakan sosial jenis ini berpusat pada satu orang, biasanya adalah individu yang kharismatis, dan diperlakukan oleh anggota gerakan seperti dewa. Pemusatan pada individu ini berada dalam tingkatan yang sama seperti berpusat pada satu gagasan. Kultus personal ini tampaknya umum di kalangan gerakan-gerakan politik revolusioner atau religius.
.
  1. Faktor Penyebab Gerakan Sosial
            Penjelasan yang sering dikemukakan mengaitkan gerakan sosial dengan deprivasi ekonomi dan social seperti yang telah dikemukakan oleh Giddens, 1990:615, Kornblum, 1988:240-242, Light, Keller, dan Calhoun, 1989:601-609. Menurut penjelasan ini orang melibatkan diri dalam gerakan social karena menderita deprivasi (kehilangan, kekurangan, penderitaan), misalnya dibidang ekonomi (seperti hilangnya peluang unutk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya seperti sandang, pangan dan papan). Para penganut penjelasan ini merujuk pada fakta bahwa gerakan social dalam sejarah didahului dengan deprivasi yang disebabkan oleh factor seperti kenaikan harga-harga bahan kebutuhan pokok.
Beberapa ahli orang sosiolog, seperti misalnya James Davies kurang sependapat dengan penjelasan deprivasi semata-mata. Mereka mununjuk pada fakta bahwa gerakan sosial sering muncul justru pada saat masyarakat menikmati kemajuan dibidang ekonomi. Oleh sebab itu dirumuskanlah penjelasan yang memakai konsep deprivasi korelatif.
            James Davies mengemukakan bahwa meskipun tingkat kepuasan masyarakat meningkat terus, namun mungkin saja terjadi kesenjangan antara harapan masyarakat dengan adanya keadaan nyata yang dihadapi seperti kesenjangan antara pemenuhan kebutuhan yang diinginkan masyarakat dengan apa yang diperoleh secara nyata. Kesenjangan ini dinamakan kesenjangan korelatif. Apabila kesenjangan ini mulai semakin melebar sehingga melewati batas toleransi masyarakat, misalnya karena pertumbuhan ekonomi dan sosial diikuti dengan kemacetan atau bahkan kemunduran mendadak.




































BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
            Gerakan social (bahasa Inggris:social movement) adalah aktifitas social berupa gerakan sejenis tindakan sekelompok yang merupakan kelompok informal yang berbentuk organisasi, berjumlah besar atau individu yang secara spesifik berfokus pada suatu isu-isu social atau politik dengan melaksanakan, menolak atau mengkampanyekan sebuah perubahan social.
            Kemudian macam-macam gerakan social ada 7, yaitu :
1.   Gerakan Protes.
2.. Gerakan Religius.
3.      Gerakan Regresif atau disebut juga Gerakan Resistensi.
4.      Gerakan Komunal, atau ada juga yang menyebut Gerakan Utopia.
5.      Gerakan Perpindahan.
6.      Gerakan Ekspresif.
7.      Kultus Personal.
            Penjelasan yang sering dikemukakan mengaitkan gerakan sosial dengan deprivasi ekonomi dan social seperti yang telah dikemukakan oleh Giddens, 1990:615, Kornblum, 1988:240-242, Light, Keller, dan Calhoun, 1989:601-609. Menurut penjelasan ini orang melibatkan diri dalam gerakan social karena menderita deprivasi (kehilangan, kekurangan, penderitaan), misalnya dibidang ekonomi (seperti hilangnya peluang unutk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya seperti sandang, pangan dan papan). Para penganut penjelasan ini merujuk pada fakta bahwa gerakan social dalam sejarah didahului dengan deprivasi yang disebabkan oleh factor seperti kenaikan harga-harga bahan kebutuhan pokok.

DAFTAR PUSTAKA

Sunarto Kamanto. 2004. Pengantar Sosiologi. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Soekanto Soerjono. 1982. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Rajawali Pers.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar