Kamis, 09 Juni 2011

MAKALAH "TURKI USMANI"

TURKI USMANI
Makalah ini disusun sebagai tugas mata kuliah
Sejarah Kebudayaan Islam
Dosen Pengampu : Drs, Ali Shodiqin M. Ag
 
DISUSUN OLEH :
Muhammad Shofa Zainuddin
09410250

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2009/2010

 TURKI USMANI

A.    A. Asal asul Turki Usmani
Sejak mundur dan berakhirnya era Abbasiyah, keadaan politik umat Islam mengalami kemajuan kembali oleh tiga kerajaan besar: Usmani di Turki, Mughal di India, dan Safawidi Persia. Dari ketiganya, Turki Usmani, adalah yang terbesar dan terlama. Turki Utsmani runtuh dan berubah menjadi Republik Turki pada tahun 1924M.
Pendiri kerajaan ini adalah bangsa Turki dari kabilah Oghuz yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara negeri Cina. Dalam jangka waktu kira-kira tiga abad, mereka pindah ke Turkis­tan kemudian Persia dan Irak. Mereka masuk Islam sekitar abad ke sembilan atau ke sepuluh, ketika mereka menetap di Asia Tengah. Di bawah tekanan serangan-serangan Mongol pada abad ke­13 M, mereka melarikan diri ke daerah barat dan mencari tempat pengungsian di tengah-tengah saudara-saudara mereka, orang-orangTurki Seljuk, di dataran tinggi Asia Kecil. Di sana, di bawah pimpinan Ertoghrul, mereka mengabdikan diri kepada Sultan Alauddin II, Sultan Seljuk yang kebetulan sedang berperang melawan Bizantium.[1] Berkat bantuan mereka, Sultan Alauddin mendapat kemenangan. Atas jasa baik itu, Alauddin menghadiahkan sebidang tanah di Asia Kecil yang berbatasan dengan Bizantium. Sejak itu mereka terus membina wilayah barunya dan memilih kota Syukud sebagai ibu kota[2].
Artogrol meninggal pada tahun 1281, atas persetujuan sultan alauddin, maka utsman putra artogrol naik tahta. Pada tahun 699 h = 1299 M, daulat saljuki di taklukkan oleh tentara mongol dan pada tahun itu sultan Alauddin meninggal dunia. Dengan demikian utsman segera memproklamirkan kemerdekaan wilayahnya, dengan nama “kesultanan utsmani”.
Perluasan wilayah turki utsmani di asia kecil. Setelah utsman wafat ( 1326 M ). Urkhan naik tahta. Dimasa pemerintahannya ia berhasil menaklukkan kota Bruessa azzmir. Dan Thanasyanly ( 1330 ), ankara ( 1354 ). Daulat turki utsmani merambah ke Eropa, Urkhan wafat pada tahun 1359 M kemudian putranya Murad I, naik tahta. Pada tahun 1362 turki utsmani dapat menaklukkan kota Adrionapel. Kemudian sejak tahun 1360 M. Kota tersebut dijadikan ibukota pemerintahan utsmani yang baru sampai kota konstantinapel dapat mereka taklukkan. Pada maa itu macedonia, shopia, salonika, dan seluruh wilayah utara yunani dapat dikuasai pula. Pada tahun 1389 M sultan Murad gugur ketika berperang melawan tentara sekutu kristen yang terdiri dari pasukan tentara Serbia, bisynak, maghyar ( hongaria ) Bulgaria, dan Albania.[3]
B.     Sistem Pemerintahan
Dalam menjalankan pemerintahan, pemimpin Turki Usmani menggunakan dua gelar sekaligus, yaitu Khalifah dan Sultan. Sultan bergerak dalam bidang atau urusan duniawi, sedangkan Khalifah berkuasa dibidang agama dan spiritual. Dalam menjalankan roda pemerintahan Sultan atau Khalifah dibantu oleh seorang mufti atau Syaikh Al-Alawiyah yang mempunyai wewenang untuk mewakili pemimpin Turki Usmani dalam melaksanakan wewenang spiritual. Dan Sadr Al-A’zam atau perdana menteri yang membantu tugas Sultan dalam menguruh hal duniawi.
Wilayah Turki Usmani dibagi menjadi beberapa propinsi yang masing-masing propinsi dipimpin oleh seorang gubernur yang bergelar Pasha. Seorang gubernur dalam menjalankan pemerintahannya dibantu oleh seorang Zanaqiq atau Al-Alawiyah yaitu seorang bupati. Propinsi-propinsi tersebut adalah :
a.       Iraq, terdiri atas 4 propinsi yaitu : Baghdad, Basra, Mosul, Shahrizur.
b.      Syria, terdiri dari 4 propinsi yaitu : Aleppo, Damaskus, Tripoli, Sudan.
c.       Arab, terdiri dari 2 propinsi yaitu : Hijaz dan Yaman.
d.      Afrika terdiri dari 4 propinsi yaitu : Mesir, Tripoli, Tunis, Aljazair.
C.    Zaman Keemasan dan Kemajuan Peradaban yang di Bangun
1.      Penaklukkan konstantinapel
Pada tahun 1453 M, bertepatan dengan masa pemeritahan muhammad Al – fatih atau muhammad II, pasukan tentara utsmani berhasil menaklukkan kontantinapel. Kemudian sultan muhammad memasuki konstantinapel dan merubah gerejaaya shopia menjadi masjid Aya sopia. Sesudah penaklukkan konsatantinapel sultan Muhammad al – fatih melakukan penataan hal ikhwal orang – orang yunani (romawi). Dalam penataan tersebut sultan tetap  memberi kebebasan pihak gereja seperti yang dilakukan oleh para pendahulunya mengakui sesuia dengan ajaran islam yang menghormati keyakinan suatu agama.[4]
2.      Penaklukan syiria dan mesir
Perekonomian daulat mamalik di mesir dan disyiria di penghujung abad xv M mengalami kemunduran dikarenakan portugis berhasil menemukan jalan laut tanjung harapan. Dengan demikian terjalinlah hubungan dagang langsung antarA EROPA dengan india eropa tanpa harus melintasi pelabuhan2 mesir dan Arab. Tekanan ekonomi yangmelanda pemerintah mamalik adalah salah satu faktor yang mendorong turki utsmani berambisi untuk menaklukkan mesir dan syiria. t rki utsmani berhasil menaklukkansyiria pada tahun 1516 M dan menaklukkan mesir pada tahun 1517 M.[5]
3.      Penaklukan pada masa Sultan sulaiman di eropa dan di asia
Puncak zaman keemasan turki utsmani terjadi pada masa sultan sulaiman al – qanuni sultan sulaiman agung. Pada masa sultan sulaiman wilayah imperium turki utsmani membentang meliputi wilayah yang sangat luas baik dieropa maupun di di benua asia dan benua afrika. Pada masa sulatan sulaiman, belgrado, dan puau rhodes dapat diduduki (1522 M). Pada tahun 1526 M, perang mohawks yang pertama antara pasukan utsmani dengan pasukan kerajaan hongaria meletus. Pihak utsmani dapat mengalahkan pihak musuh dan rajanya louis terbunuh. Kemudian ketika pangeran translavia dan raja austria berselisih mengenai tahta kerajaan hmgaria,sultan sulaiman membawa pangeran translavia. Selanjutnya iaberhasil menduduki budapest[6]
4.      Perkembangan Peradaban di Turki
a.       Perkembangan Ilmu pengetahuan : gerakan Wahabi yang didalangi oleh Muhammad Bin Abdulwahab (1116-1206 H)diantara karangan-karangan beliau adalah Lam’Usy Syhab fi sirah Muhammad Bin Abdulwahab wa Mazhibih, At Tauhid, Tafsir Al Fatihah, Tafsir Asy syahadah wa ma’rifatullah, At Taudlih ‘an Tauhidil Akhlaq. Perkembangan tarikh : diantaranya adalah As sirah asy syamsiyah (Syamsuddin Syamsi), al kanzul Asma (Quthbuddin Naahrawaly). Munculnya para pengarang Ilmu : Abdurrauf Al Manawy seorang pengarang tentang hadis, tasawuf dll, Burhanuddin Al Halaby dengan kitabnya yang termasyhur adalah Multaqa Al Abhar fi Furu’il Fiqhl Hanafy.
b.             Perkembangan Seni Budaya : seni bahasa : Puisi, beberapa penyair ya ng menonjol diantarannya adalah Aisyah Ba’uniyah, Ibnu Najamuddin,Saman Dimasyqy, Murad Mausily, Zamzamy. Prosa, adapun hasil karya para pujangga dalam bentuk prosa diantarannya adalah Safinah Nuh, Uyunul Akhbar, Ali Khan, Yusi Marakisyi. Ilmu Bahasa, yang bergelimang dibidang ilmu bahasa antara lain adalah Syahabuddin Khafaji, Badi’y, Abdulqadir Baghdady, Ash Shaban.
D.    Kemunduran turki usmani
            keruntuhan  imperium turki merupakan peristiwa yang kompleks bagi sebuah transformasi masyarakat islam dari sebuah kerjaan menuju negara modern. Pada proses keruntuhannya, imperium turki  usmani merupakan wilayah yang amat luas dan meliputi semenanjung balkan, asia kecil, arab timur tengah, mesir, dan afrika utara. Pengaruhnya menjangkau asia tengah, laut merah, dan gurun sahara. Pada abad ketujuh belas hingga delapan belas, situasi politik turki usmani diwarnai dengan kebijakan desentralisasi yang member peluang para musuh kerajaan untuk menyusun kekuatan guna bersaing dalam bidang politik dan ekonomi. Hingga terjadi perubahan yang amat penting dalam sejarah yakni berakhirnya ekpansi kerajaan turki usmani, lembaga pemerintahan seringkali kehilangan kemampuan dan administrasinya,  kerajaan dalam posisi tertekan dengan regresi ekonomi, pemberontakan rakyat, dan beberapa kekalahan militer. Perseteruan panjang antara pemerintah pusat dengan elit lokal untuk mengkontrol pendapat pajak dari rakyat muncul ke permukaan, dan kekuasaan dialihkan dari pemerintah pusat kepada kelompok janissary, ulama dan keluarga usmani yang telah mapan dalam masyarakat setempat.           
            Dan berikut hal – hal  yang dipandang para pakar sejarawan sebagai penyebab kejatuhan turki usmani antara lain sebagai berikut:
-          Sebab internal:
1.      Lemahnya para sultan pasca sulaiman I dan sistem birokrasinya .
2.      Tidak adanya aturan tentang suksesi kepemimpinan.
3.      Wilayah terlalu luas dan kemerosotan di bidang ekonomi.
4.      Pemberontakan jenissari
-          Sebab eksternal:
1.      Munculnya renaissance di eropa (abad 16 - 17).
2.      Ditemukannya wilayah baru: amerika oleh columbus, dan tanjung harapan oleh vasco de gama.
3.      Negara-negara eropa mulai kuat dan memisahkan diri dari turki.
-          Tahun 1924 mustafa kemal memberhentikan system kekhilafahan dan mendirikan republik turki yang sekuler.
Demikian secara kronologis tentang proses kerntuhan imperium turki usmani yang dapat kita simpulkan bahwa keeksistensian suatu system birokrasi pemerintahan tidak akan terlepas dari tanggung jawab seorang penguasa yang diyakinkan dapat mengendalikan pemerintahan secara utuh, sehingga proses korosi pemerintahan tidak akan masuk dalam system birokrasi pemerintahan dan mampu menutup jalan bagi degadrasi politik. 

DAFTAR PUSTAKA
Yatim, Badri. 2003. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
Syalabi, Ahmad.  1998. Sejarah dan Kebudayaan Islam Imperium Turki Ustmani.  Jakarta : Kalam Mulia
Hasymy, A. 1975. Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta : Bulan Bintang.

Mubarok, Jaih. 2004. Sejarah Peradaban Islam. Bandung : Pustaka Bani Quraisy.



[1] Dr. Badri Yatim, MA., Sejarah Peradaban Islam, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2003
[2] Prof. Dr. Ahmad syalabi, Sejarah dan Kebudayaan Islam Imperium Turki Ustmani,(jakarta : Kalam Mulia, 1998) hal . 1.

[3] Ibid , hal, 4.
[4] Prof. Dr. Ahmad syalabi, Sejarah dan Kebudayaan Islam ... hal. 10
[5] Ibid; hal. 13
[6] Ibid; hal. 19

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar